Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah

sungaijaniah4 Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah

Ikan Sakti Sungai Janiah

Legenda ikan sakti sungai janiah satu cerita berasal dari masa kanak-kanak saya. Cerita legenda ini  dulu didongengkan nenek namun tempatnya masih ada sampai sekarang. Saya pikir cuma sedikit tempat terjadinya cerita legenda yang masih bisa dikunjungi. Beruntung saya karena sungai janiah dekat dari rumah, kampung halaman kedua orang tua di Bukittinggi – Sumbar sana.

Tempat yang  bernama Sungai Janiah itu adalah sebuah kolam. Merangkap  nama sebuah  jorong (kampung) dalam Kanagarian Tabek Panjang – Kecamatan Baso, Bukittinggi. Di kolam itu hidup ratusan ikan warna merah dan abu-abu. Sampai  sekarang tidak jelas jenis mereka.Penduduk cuma menamainya sebagai Ikan sakti. Disinilah awal cerita legenda ikan sakti sungai janiah yang terkenal itu bermula.

Asal muasal Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah

Bukan karena bisa hidup di darat mengapa ikan tersebut dinamai demikian. Ikan-ikan yang panjangnya sekitar 50 CM itu dipercaya berasal dari manusia dan Jin. Karena itu hingga sekarang tak seorangpun berani mencoba memakannya.Kalaupun nekat memakan legenda ikan sakti sungai janiah ini siap-siap saja kutukan yang menanti: Akan sakit sampai dijemput maut.

Kisahnya :

Kisahnya berawal dari perseteruan antara jin dan manusia. Suatu masa ketika rakyat Minangkabau kian berkembang biak, gunung Marapi sebagai tempat asal nenek moyang sudah tidak memadai lagi untuk dijadikan tempat tinggal. Mereka membutuhkan wilayah baru. Maka suatu hari berangkatlah 22 rombongan menuruni  Marapi, menyisir lembah, menginap dalam gua sempit  sampai akhirnya bertemu daerah yang cocok dibuka sebagai kampung baru. Daerah itu tak jauh dari  Bukit Batanjua. Sayangnya wilayah tersebut sudah ditempati jin. Maga agar bisa hidup berdampingan dengan damai mereka membuat kesepakatan.

Isi kesepakatan Manusia dan Jin:

Jika manusia membutuhkan kayu untuk membangun rumah, serpihan pertama dari tebangan kayu harus dilemparkan kemana kayu akan direbahkan. Itu sebagai isyarat bagi bangsa jin agar menghindar dari tempat tersebut. Namun manusia ada yang gegabah. Suatu hari saat menebang mereka melupakan kesepatakan yang telah dibuat. Akibatnya beberapa anak jin celaka karena tertimpa kayu.

Tentu saja perbuatan melanggar sumpah ini membuat marah ninik mamak para  jin. Sejak itu mereka memusuhi manusia.

Kemudian terkisah  sepasang suami istri yang suatu hari pergi ke ladang dengan meninggalkan anak balita mereka di rumah. Saat kembali mereka terkejut karena sudah tak mendapat sang buah hati. Walau sudah dicari kemana-mana, anak tersebut tak kunjung bersua. Pada malam ke-3, ibunda si bayi bernama yang bernama Banun bermimpi bahwa anaknya berada di bawah urat kayu yang tumbuh dalam genangan air yang cukup besar. Untuk menemukan anak tersebut dia  harus membawa beras sangrai dan nasi kuning.

Besoknya dengan membawa syarat  yang ditentukan Bu Banun mencari kolam jernih yang mengalir ke sungai yang persis terdapat dalam mimpinya.  Tempat itu ternyata di Sungai Janiah (sungai jernih) sekarang. Namun malangnya yang ditemui ditempat itu hanyalah dua ekor anak ikan. Yang seekor jelas ujudnya kerena penjelmaan dari anak Bu Banun. Yang seekor  lagi bayangannya samar karena jelmaan anak jin.

Setelah membaca kisah diatas dalam buku foto kopian yang ditulis oleh H.A. Yang Basa, saya jadi bertanya sendiri? Mengapa anak jin ikut menjelma jadi ikan?  Kalaulah jin yang merubah ujud anak Bu Banun jadi ikan, mengapa mereka juga merubah ujud anaknya sendiri? Bukankankah  yang melanggar sumpah adalah manusia? Atau mungkinkah anak jin yang celaka karena himpitan kayu itu berubah jadi ikan, terus anak Bu Banun dijadikan ikan pula untuk menemaninya?

Karakter dari Ikan Sakti:

  • Kalau dipegang baunya amis seperti bangkai
  • Makanannya adalah apa saja yang dimakan manusia
  • Kalau sakit akan diobati nasi kuning yang sudah dibacakan mantera
  • Kalau mati akan dikuburkan
  • Siapa saja yang memakannya akan menderita seumur hidup

 Mata Air di Bukit Batanjua:

Air kolam tempat tinggal ikan sakti  berasal dari  mata air  yang datang dari Bukit Batanjua. Ditempatnya yang asli, diatas bukit, mata air ini dipercaya mampu mengobati berbagai macam penyakit. Selain itu sering juga digunakan untuk mendapat keturunan. Kalau saat mengambilnya terlihat gelang itu pertanda akan mendapat anak perempuan. Tapi kalau keris yang terlihat akan mendapat anak lelaki.

Karena itu mengambilnya harus bijak, air yang memancar dari sela-sela batu hanya boleh diambil menggunakan gayung yang terbuat dari batok kelapa.

Kearifan Lokal:

Cerita ikan sakti dan mata air di Bukit Batanjua, saya pikir, merupakan  salah satu usaha dari nenek moyang agar kita arif menghadapi alam. Kalau lah ikan-ikan dalam sungai janiah tak dilindungi cerita mistis, pasti mereka sudah lama punah. Begitu pula mata air yang kalau diambil sembarangan pasti akan keruh yang berdampak terhadap kelangsungan hidup ikan-ikan di bawahnya.

Bagaimana dengan dirimu temans. Punya cerita legendakah di masa lalu yang tempatnya masih bisa dikunjungi hari ini?

sungai janiah3 Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah

View dari lereng Bukit Batanjua

Salam,

–Evi

About JEI~Jurnal Evi Indrawanto

Nature and culture lovers of Indonesia. I also wrote about palm sugar or gula aren. Thank you for visiting. Please leave your comments below
Bookmark the permalink.

19 Comments

  1. Yang saya tau, Di Jawa Tengah ada legenda yang tempatnya masih bisa dikunjungi, yaitu Rawa Pening.
    Konon katanya, sumber air yg ada disitu dulunya berasal dari bekas lidi yang ditancapkan ditanah

  2. wah..jadi penasaran. ikan apa itu ya, kalau dilihat dari sudut taxonomi perikanan..

    Mbak Evi, kok rasanya saya pernah membaca dongeng serupa ini waktu SD entah di buku apa.Saya masih ingat ilustrasinya .. seorang ibu muda berwajah cantik dan berkerudung yang membawa obor menyusuri jalan dan menemukan anaknya telah menjadi ikan di kolam . tapi nggak ingat nama tokoh dan tempat legenda ini terjadi. Tapi rasanya memang di Sumatera. Jangan-jangan itu cerita yang sama ya Mbak..

    • Cerita-cerita legenda punya beberapa kesamaan di berbagai daerah Mbak Dani. Tradisi oral dan perantauan yang membuat ini terjadi. Bisa saja cerita yg pernah Mbak Dani baca itu adalah tentang kisah ini, tapi bisa juga dari daerah lain..Cerita Malin Kundang punya kesamaan dengan legenda Batang Tuaka di Batak :)

  3. menambah wawasan :)

  4. rasanya pernah mendengar kisah ini..

  5. try hamdani achmad

    ikan itu hampir sama seperti yang ada di daerah Kuningan Jawa Barat, dan mempunyai mitos juga, coba klik http://www.pbase.com/archiaston/kuningan&page=all

  6. Informasi ini sangat komplit daripada ketika saya mewawancarai langsung narasumber di sana. ada sedikit perbedaan yang saya dapatkan..
    Ade Ristiany recently posted..Festival Kuliner Serpong : Minang nan RancakMy Profile

  7. Pingback: Makan Pensi di Sungai Janiah | Jurnal Transformasi

  8. ligat adjie pradana

    udh 1 kli ke sana:)

  9. Onde mande..rancak bana kisah legendanyo ko. Kalaulah ada cerita legenda lain karya Evi, bagus sekali kalau dijadikan Kisah2 Legenda untuk Anak. Berapa jauh kira-kira tempat ini dari Ampek Angkek, Balai Gurah, Bukitinggi ya?
    =============
    Jadi Bundo Yati urang awak..hehehehe welcome aboard Bundo.Kalau jarah ndak jalas pula di saya, soalnya pulang juga cuma sesekali ..Kampuang Bundo kah itu?
    yati rachmat recently posted..Selembut Sutera, Sekeras Baja..My Profile

  10. waktu SD, saya suka baca cerita legenda. Seru bacanya :-)
    ===================
    Yang seru dari cerita legenda ini, tempatnya masih ada dan ikan-ikannya juga……….

    leyla recently posted..Nasi Uduk CitayamMy Profile

  11. Dari sungai janiah naiak ka bukik tanjua disinan parak urang gaek awak. Dari bukik tanjua turun ka simarasok disinan pulo kampuang awak. Namun dari carito urang tuo dari sungai janiah lah asa kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge