Transfer Pengetahuan

wpid transfer ilmu Transfer Pengetahuan

Untuk keberlangsungan spesies, umat manusia mewariskan gen kepada generasi di bawahnya. Untuk keberlansungan budaya kita mewariskan pengetahuan dan keterampilan. Maka mengajar jadi tanggung jawab semua orang, mengambil tempat dimana saja, tak hanya dalam kelas.

Ketika semua orang jadi guru, mau tak mau kita harus pandai pula jadi murid. Mengajar tak sekedar memberi tapi juga menerima. Pengajar belajar sesuatu dari subjek dan objek yang diajar.Dari proses belajar dan mengajari ini  transformasi kehidupan sosial akan berlangsung dengan baik.

Bagaimana dengan dirimu temans, apa yg telah engkau ajarkan pada lingkungan dan apa pula yg telah dirimu terima?

From WordPress Mobile

About Evi Saja

Terimakasih atas kunjungan dan komentar sahabat sekalian :)
Bookmark the permalink.

35 Comments

  1. Ane suka mengajar pada orang2 yang bener2 mau belajar. Jadi mudah nyambungnya. Ane juga nggak segan2 belajar dan bertanya kalau ane belum bisa. Itulah mengajar dan belajar.

  2. Siap belajar Cik Gu Uni Evi, proses belajar mengajar dari dan untuk sesama termasuk alam. Selamat belajar mengajar

  3. kalau saya sih, jujur aja…masih lebih banyak menerima dibanding memberi…mbak evi hehehe…

  4. Harmony Magazine

    Saya sudah mengajari komputer ke siapa aja mbak, sampai saya lupa siapa aja. :D
    Alhamdulillah banyak yang bermanfaat. Kalo menerima, entahlah, cukup banyak saya menerima dari lingkungan. Sampai susah menghitung rasanya. :)

    • Pengajaran komputernya pasti bermanfaat Mas Iwan. Kalau gak mana mungkin banyak muridnya..Statistik umum yang berlaku tampaknya begitu Mas, kita lebih banyak mengambil dari lingkungan ketimbang memberi :)

  5. aku mungkin kagak bisa mengajarkan Math atau Fisiki,tapi dari aku menulis semua hal di blog aku mengarjarkan kepada readers untuk bangga pada bangsa ini dari satu sudut ke sudut yg lain tanpa henti,cuma itu doank mba yg aku bisa lakuin

    • Mas Andy, pokoknya kita harus mengambil peran dalam hidup yg telah diberikan oleh-Nya. Mengenai besar kecilnya mari kita kesampingkan dulu :)

  6. Sampai detik ini aku lebih banyak belajar dibanding mengajar. Karena kemampuanku masih jauh untuk dapat mengajar..kelcuali untuk anak sendiri, bagaimana mengajarkannya norma2 kehidupan.

    Saat ini aku sedang serius belajar tentang kesabaran :D *hehehe nyaris curcol*

    • Menurutku, dengan memberi contoh hidup yang baik, yang sesuai norma-norma kita sdh ambil bagian dalam mengajar pada lingkungan Mb Ichaa..Begitu pula dengan belajar kesabaran, kalau sdh dapat, otomatis itu ditiru oleh anak-anak. Selamat belajar ya semoga lulus dengan nila A :)

  7. Saya mengajari anak bikin Pe-Er di rumah, mbak. Sekalian ngajarin teman-temannya. Tiap malam kadang ada 5-10 orang datang belajar. Apalagi kalau ada PR Bahasa Inggris, pasti rame tuh di rumah saya.

    Saya juga mempelopori tetangga untuk nanam pohon di depan rumah dan di pekarangan. Saya bilang sama anak; at least 1 orang 1 pohon dan tanggung jawab pemeliharaannya.

    • Bli Astawa (hehehe..untuk membedakan dengan Budi yg satu lagi), menurutku ini gak hanya keren tapi juga hebat. (haduh bahasa saya). Apa yg Bli lakukan lengkap, mengajar dengan teori dan praktek. Selamat Bli..Semoga kampanye satu orang satu pohon melebar ke luar kampung :)

  8. Hm…banyak pelajaran yg sudah kupetik dari lingkungan (alam maupun manusia & kehidupan sosialnya) namun rupanya baru sedikiiit…yg bisa kuajarkan….

    • Karena saya juga begitu, mari sama-sama kita niatkan agar mengajar lebih banyak Mbak Mechta. Sekalipun bukan guru bagi orang lain, guru bagi diri sendiri akan berdampak besar terhadap lingkungan yang lebih baik :)

  9. guru yang sombong ketika datang ke sekolah atau tempatnya mengajar akan bicara “apa yang akan aku ajarkan nanti” tetapi guru yang rendah hati akan bicara “hari ini anak akan mengajariku apa ya”. jadi saya belum mengajarkan apa-apa, saya belajar dari mereka, terutama anak-anak..

  10. wew, masih sibuk belajar, setiap hari belajar, belajar hidup, belajar menghargai, belajar mengajar dan belajar ngeblog, masih banyak sih yg kudu saya pelajari, makasih mba atas artikelnya ^^

    • Sibuk belajar akhirnya gak berasa kalau sedang belajar ya Sob..Saat belajar jadi kebutuhan kita akan melakukan apa saja agar bisa melakukannya. Nge-blog ini kayaknya sarana belajar-mengajar yang baik juga deh..Serasa punya ruang kelas personal. Kia berinteraksi dengan sesama teman blogger, mendapat ide baru, menuliskannya di blog dan sedikit-demi sedikit mengadobsi nilai-nilai baik yang mereka umpankan..

  11. betul mbak evi kita adalah guru dan sekaligus murid. sepanjang hayat kita adalah pembelajar. dan saya sangat berterima kasih pada sahabat semua yang ada di media ini yang telah memberiku ilmu dari yang kalian miliki. dan semua kuanggap guru.

    • Dunia ini teramat luas untuk mengklaim bahwa kita banyak tahu Mb Min. Dari blog saya mendapat banyak masukan yang memperkaya wawasan. Mari berharap Mbak, mudah2an kita juga memberi manfaat pada teman-teman lain :)

  12. betul mbak evi kita adalah guru tentunya juga siswa. dan saya sangat berterima kasih pada sahabat yang ada di media ini yang telah memberiku ilmu. dan semua adalah guruku.

  13. saya baru mampu mengajari anak.
    tapi kalau belajar bisa dari apa aja, sesama, lingkungan, alam dan banyak lagi..

    • Mengajari anak merupakan sumber terpenting dari kelangsungan budaya kita Mas..Rumah adalah sekolah pertama mereka. Kalau dari sekolah pertama hasilnya baik, Insya Allah di sekolah benaran mereka juga akan baik. Dan kita juga harus terus mengasah diri agar apa yg kita ajarkan pada anak-anak tidak membuat mereka terbelakang :)

  14. Mengajar tidak perlu tempat yang khusus, ketika mau menularkan pengetahuan kepada orang, dimanpun bisa kita lakukan mbak yach

    • Bahkan diri kita sendiri guru secara otomatis. Bila kita melakukan hal-hal buruk dan dilihat oleh anak atau orang lain yang kemudian ditiru, dalam satu hal kita telah berhasil sebagai guru. Begitu Bli :)

  15. sangat sependapat dengan bu evi. kita semua pada dasarnya seorang guru dengan alam semesta sebagai ruang kelas beserta kurikulum kehidupan yang tersaji di dalamnya. ini senada dengan pepatah minang “alam takambang jadi guru”.

    • Dengan kata lain banyak sekali yang bisa kita pelajari dalam kelas ya Pak..Tergantung kesanggupan dan daya tahan kita untuk memilih salah satu atau beberapa diantaranya..Iya baru ingat filosofi nenek moyang saya itu, alam takambang jadi guru. Thanks Pak Sawali :)

  16. Sayangnya banyak yang hanya melihat bahwa ilmu formal lebih penting dari non formal, padahal pada hakekatnya ilmu yg sebenar2nya ilmu bukanlah ilmu yang diperoleh di sekolah formal.
    Di sekolah, 90% mungkin saya ini guru, tapi dalam kehidupan, prosentasenya adalah kebalikannya.
    Di kehidupan nyata, 90% saya adalah murid, dan yg 10% pun belum tentu saya ini guru

    • Pak Mars anti biasa, bikin aku bingung dengan bolak-balik katanya..Tapi saya yakin 90% bapak sebagai guru, ilmunya tak diserap oleh murid tak hanya diserap 10% melainkan 100%. Begitu pula 90% saat jadi murid, yang 10% bapak dedikasikan sebagai guru..Hayaaaaa…keselibet ya pak hahahah..

  17. Ngeblog yg seperti Mbak Evi lakukan ini pun adalah mengajar …. :-)
    Padahal cuma pake mobile, sempat-sempatnya ya … hebat!

  18. Kalo belajar sih pasti kapan saja ya mbak, sepanjang hidup ini kan kita terus belajar. Cuma kalo untuk mengajari..errr…gak tau ya apa aku sudah cukup memberikan kontribusi ataukah belum :D

    • Paling tidak kan sdh memberi pelajaran untuk Raja. Kadang2 ibu emang suka melupakan jasa-jasanya disini. Mungkin karena kita terlalu cinta pada anak kali, kita tak menganggap bahwa mencintai mereka dengan tulus adalah pelajaran yg akan mereka bawa sebagai bekal dalam hidupnya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge