45 Comments


  1. Oho ,…. angka membengkak, grafik menanjak, rumus barupun berseliweran untuk semakin mengorbitkan gula semut. Semakin melaju dalam karya Uni Evi, memberi diri bagi pelanggan dan perajin gula semut. Salam

    Reply
  2. LJ

    kata orang bijak, “art is as precise as mathematics..”
    dua-duanya sudah ada dlm diri uni.. sempurna!

    Reply

  3. iyo bu
    jalan rejeki memang pakenya aritmatika
    makane tak bela belain jauh dari keluarga dan kayaknya kudu diikuti

    Reply

    1. Iya Mas Rawin..Jarak dengan keluarga, diimbali dengan angka lain sbg rewardnya..Jadi tabahkan hatimu..Tunggu tanggal 6 malam jumat hahaha…

      Reply

      1. Mba Evi,,,,,, kasihan tuh Kang Rawin jidatnya sudah sampai terlihat kerutannya. Setiap hari galau terus. Obatnya nanti tanggal 6 Desember ambil di rumah ya ? He…x9

        Salam Wisata

        Reply

        1. Hahaha iya mari kita doakan P Indra tgl 6 Mas Rawin jd pulang

          Reply

  4. hidup ini penuh dengan angka2 ya bun, harus pakai rumus juga supaya bisa sukses :)

    Reply

    1. Kalau kita fokus, kayaknya hidup ini cuma terdiri angka-angka deh Mbak Lid..Mulai dari bangun sampai tidur lagi, kita diputari angka-angka. Bangun menurut jam tertentu. Kerja disiang hari, berdasar urut-urut atau acakan, ada jumlahnya..Menunggu akhir bulan, ada hitungan hari yg mesti kita lewati. Bahkan kelak jika kita wafat kita belum terbebas dari angka. Sebab ada anak cucu yg menghitung sdh berapa tahun kita wafat..Pokoknya kalau diteruskan..kita ituh cuma rumusan matematika doang…

      Reply

  5. kalau grafik, rumus dan angkanya berbanding lurus dengan kas jadi lebih bersemangat memperlajarinya ya bu… semoga usahanya semakin maju …

    Reply
  6. uni

    kerjaan uni setiap hari urusannya sama angka-angka mba Evi, tapi aku suka, suka juga sama pemandangan2 indah. dari seluruh isi tulisan kalimat ini yang paling uni suka : mintalah maka akan diberi :)
    terimakasih mba Evi :)

    Reply

    1. Selamat ya Uni..berarti cara kerja otak Uni sdh dilatih lebih kompleks sejak awal…:)

      Reply
  7. aqomadin

    statistik emang belajarnya ada yg gampang ada yg susah ya mbak evi? saya termasuk kurang ngerti sm statistik…. ayo mbak evie ajarin statistik, saya jadi penyimak yg baik aja dech :P

    Reply

    1. Hahaha..pelajaran statistik saya baru cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi Mas Aqomadin…

      Reply
  8. Tina Latief

    saya belajar statistik beneran nanti semester 3 bun..
    tapi grafik-grafik sederhana sudah..
    waktu itu ada poster yang berbunyi ” kalau manusia kita mintai setiap hari, lama-lama dia akan benci dengan kita, tetapi jika Allah yang kita mintai dia akan semakin sayang..

    Reply

    1. Siiipp Tina…Insya Allah kita banyak minta kepada-Nya kalau gitu yah..:)

      Reply
  9. applausr

    waduh kalau saya malah hari hari tuh sama statistik.. rasanya kalau melihat angka, mereka seperti berbicara dengan diriku… hehehe aneh ya…

    Reply

  10. angka2nya tersenyum manis terus sama uni ya…
    plus bisa jalan2 pula , foto2 dan isi blog,
    sambil menyelam minum air ya un…, alhamdulillah

    Reply

    1. Iya Mb Mon, alhamdulillah. Dengan membantu suami bisnis banyak yg bisa saya lakukan, sejak punya kamera sendiri tak pernah kehabisan ide utk ngebon

      Reply

    1. Ayo Mas Narno ajak statistik bergembira agar kuliahnya cepat selesai

      Reply

  11. Kurasa Mbak Evi ini memiliki keseimabangan yang sempurna antara otak yang Kiri dan Kanan. Sekarang kan hanya masalah fokusnya saja, Mbak.
    Kalau fokusnya soal grafik, angka dan rumus.. ya aku sih yakin, pasti bagian itu yang akan terdongkrak, melejit dengan cepat,Mbak. Apalagi apa yang Mbak Evi lakukan, bukan saja untuk kepentingan diri sendiri, namun juga untuk banyak keberlangsungan hidup orang lain – yakin seyakin-yakinnya, pasti jalannya akan dimudahkan.
    Semoga sukses selalu ya, Mbak Evi..

    Reply

    1. Terimakasih atas pompa semangat nya Mb Dani. Insya Allah aku berusaha fokus :)

      Reply

  12. semoga sukses selalu, mbak Evi… dan sungguh foto2 penghias tulisannya nya always keren2.. :)

    Reply

  13. Sepakat, walau untuk urusan statistik agak membuat sedikit puyeng Mba. He…x9

    Sukse selalu
    Salam Wisata

    Reply

  14. Dunia memang perlu keseimbangan, cuma kadang tidak semua hal bisa dihitung dengan ilmu statistik.

    Reply

    1. Betul Mas..Masalah2 tak semua disederhanakan lewat statistik

      Reply

  15. Saya hanya akrab dengan angka klaim biaya rawat pasien, yang jamkesmas atau jamkesda, Bu. Gak pake grafik2an segala :D

    Reply

    1. Kalau angka2 klaim biaya rawat, jamkesmas dan jamkesda dibuat grafik, kayaknya bakal banyak cerita juga tuh Mbak Akin :)

      Reply

  16. Menggunakan statistik untuk penyemangat mencapai tujuan. Mantab deh Mbak Vi.. :-)

    Reply

  17. He3 statistik bagi saya adalah ilmu yang mempelajari hal2 yang rumit dengan htiungan dan rumus2 yang rumit juga :)

    Reply

    1. Kalau saya butuh logika yg amat panjang utk memahaminya Pakded. Habis terlau abstrak

      Reply

  18. Wehehehehihihi…
    Aku yo mumet liat rumus rumus, tapi kudu perlu ya…
    Anw, semoga makin laris dan sukses ya mbak…

    Reply
  19. Pakde Cholik

    Saya lebih suka menghafal Napoleon mati dimana daripada mempelajri dalil Pythagoras mbak.
    eee..ndilalahnya saya kok ya sekolah di STM, full rumus dan angka2 deh..terus berlanjut di Akabri ketemu lagi, di Suslapa dan di Seskoad. Bahkan ketika sekolah di India ketemu penghitungan munisi dan mules. Ampyuuun deh
    Salam hangat dari Surabaya

    Reply

  20. sukaaa Mba dengan kalimat kita harus memulai dari titik akhir yang ingin kita capai. Terimakasih Mba Evi.. :)

    Reply

Apa komentar kawan?