75 Comments

  1. Pakies

    Mendengar istilah nusa larangan, memberikan gambaran sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi, apalagi tempatnya eksotis memberikan kemnyamanan.
    Memangnya nggak ada penghuni lain di sana Bu ? kok nggak ada listriknya ? atau karena wilayah itu telah dilindungi pemerintah ?

    Reply

    1. Pakies, sepertinya tak ada rumah penduduk disana. Sementara listrik aku tak melihat ada tiang-tiang walau ada lampu satu biji di makam, tak kelihatan sumber listriknya dari mana..Yah sesekali Pakies mesti datang..Kayaknya pas bulan Maulud lebih seru..Aura ibadahnya kental banget 😉

      Reply

  2. Peziarahnya banyak ya mbak.

    Tempatnya asri banget. kayaknya seru pas lihat pemandangan sekelilingnya

    Reply

    1. Nah itu kelemahan saya Mbak Ika. Saya tuh kalau ikutan ziarah, mata suka nengok kanan-kiri. Kayaknya rugi amat kalau tak eksplorasi semua. Gak fokus di ritualnya saja hehehe..Memang pengunjung makam Mbah Panjalu ini ramai, Mbak

      Reply

  3. Hahahaha imajinasi nya sm ky aku, aku jg sk mikir klo mlm gmn yah, klo ini gmn yah, klo itu gmn yah hihihi

    Btw jd tertarik mau ksana Mba :)

    Reply

    1. Imajinasi yang melemahkan diri sendiri ya Mbak Ye..
      Iyah gak rugi deh datang ke tempat ini Mbak. Zirek ceritanya, ziarah rekreasi :)

      Reply
  4. LJ

    membayangkan sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh situ.. indahnya, uni.
    semoga terjaga terus keasriannya.

    ziarah malam tanpa penerangan.. xixi, si Amay ini langsung kabur dah.. 😛

    Reply

    1. Iya May, unik juga..Semoga terus dalam pengawasan cagar budaya, jadi gak ada yg kepikiran membangun macam-macam di sana..
      Mengenai kabur, toss ah, yuk aku temanin..

      Reply

  5. zirek yang menawan nih Uni, asrinya nusa yang terkurung oleh situ. Foto2 Uni makin memikat calon pengunjung. Jangankan malam, siangpun bila tidak berombongan ambo takkan berani. Selamat berhari Minggu.

    Reply

    1. Hehe..Iya Mbak. AKu pun kalau disuruh datang sendirian kesini, mana pula berani Awak..Yah semoga dng melihat foto teman-teman mengunjungi tempat ini, Mbak. Jadi gak pas hidupnya saja Mbah Panjalu membawa berkah, bahkan setelah beliau lama wafat :)

      Reply

  6. saya lebih suka menyebut hal mistis sebagai masalah ilmu pengetahuan alam yang belum terselesaikan mba, soalnya lebih suka berfikir rasional ketimbang irasional :)

    Reply

    1. Baik juga kalau begitu Mas Andy…Walau menurutku ini hanya masalah pemilihan kata :)

      Reply

  7. Trims infonya mbak Evi… mudah2an berkesemparan ziarah ke sana… foto2 mbak Evi sangat mengundang nih.. :)

    Reply

    1. Amin. INsya Allah bentar lagi sampai Mbak Mechta. Sudah dekat Ramadhan lagi nih…:)

      Reply

  8. Wow unik Uni.. WIsata ziarah sekaligus suaka bagi alam sekitar

    apa kabar Uni Evi?

    Reply

    1. Iya walau mitos2nya gak masuk akal (akal dari logika masa kini,maksudnya), tapi hal itu telah melindungi tempat ini selama ratusan tahun..Mending ada mistisnya lah, ketimbang profan yg akhirnya kita jadi kehilangan akal sehat. Semua diruntuhkan untuk menunjang kebutuhan hidup yg lebih rendah,seperti memenuhi kebutuhan ekonomi..

      Reply

        1. Jangankan bandit kapital mas, kita saja makin rasional makin meninggalkan mitos. Tapi terus2an terperangkap dalam mitos juga gak baik. Diantara rasionalitas dan mitos itu ada titik potong, namanya kebijaksanaan…rasanya wilayah itu yg mesti kita perlebar, Mas Lozz…:)

          Reply

  9. Saya suka pemandangan alamnya.

    Selain wisata kita juga dapat menikmati kedamaian yang lain dari pada yang lain.

    Terimakasih infonya ummik.

    Salam manis dari Jember.

    Reply

    1. Iya Mas..Dalam rombongan ziarah ini yg asyik foto2 aku doang kok. Yang lain mah asyik ibadah..
      Salam kenal kembali ya…:)

      Reply

      1. Berarti Panjenengan sama dengan saya.

        Hobinya foto – foto

        Terimakasih

        Reply

  10. Tempat yang mengasyikan untuk membuat liputan dalam suatu kegiatan ya Mba, kita isa menyelami persepsi yang kita dapatkan dari informasi hingga terbawa dalam suatu suasana di mana orang lain tidak melihat, namun jiwa kita bisa menyelami dalam suatu penelusuran yang sedang terjadi dan akan terjadi pada saat suasana bergantinya berganti.

    Hm….. membaca tulisanmu aku jadi kepengin kesana, untuk mengupas dari segi keunikan yang lainnya Mba. He,,,,x9 Malah nanti jadi cerita beda yang didapat lagi. wkwkwkwk……

    Sukses selalu
    Salam wisata

    Reply

    1. Betul sekali Indra. Tempat seperti ini bisa kita eksplorasi dari berbagai sudut pandang. Tapi apapun sudut pandang yg digunakan, hasil akhirnya tak boleh merugikan tempat ini…

      AYo pak, jalan-jalan ke sini. Paling baik jika barengan dengan kirap benda2 pusakan peninggalan kerajaan Panjalu..ah saya lupa mencatat kapan peristiwa budaya ini akan diadakan…

      Reply
  11. Swastika

    Wah foto kelelawarnya bagus banget!! Nemu blog ini pas lagi blog walking, nice read! Salam kenal ya :)

    Reply

    1. Terima kasih Mbak Swastika. Senang berkenalan dengan mu :)

      Reply
  12. bintangtimur

    Mbaaak, waktu tinggal di garut, nyesel juga saya nggak ke Panjalu ini…duh, keren ya, suasananya dapet kayaknya…
    Beberapa kali saya baca penunjuk arah ke Panjalu ini, tapi karena tujuannya ke tempat lain, jadi aja saya abaikan.
    Trima kasih sudah berbagi cerita dan foto, mbak Evi.
    Wawasan saya bertambah lagi deh sekarang :)

    Reply

    1. Nanti kalau balik ke sekitar area Jabar, singgah ke Panjalu, Mbak Irma. Syukur2 bisa pas bulan Maulud karena ada upacara Nyangku, untuk menghormati prabu Borosngora, yakni ayahanda dari Prabu Hariang Kancana ini..

      Reply

    1. Iya pemandangannya keren Mbak Niken. TApi kalau berkunjung ke Situ Lengkong, gak harus ziarah kok. Tempat ini terbuka untuk wisatawan umum :)

      Reply

  13. Suasana orang yang ziarah ke situs Panjalu memang selalu ramai di hari biasa. Apalagi pemandangan danau alamnya begitu indah untuk dinikmati sambil berperahu. Mbak Evi tidak membawa handycam untuk mengabadikan kegiatan ini?

    Reply

    1. Hi, Mbak Arum, apa kabar dirimu. Sudah lama juga tak ngeblog ya?

      AKu gak bawa handycam, Mbak..Tapi ada sih merekam film sedikit dng camera biasa. Tapi hasilnya gak begitu baik :)

      Reply

  14. Pemandangannya indah ya Mbak. untuk menyeberang itu memang harus rombongan besar gitu ya? Apakah gak ada perahu kecil yang bisa disewa pengunjung yang tidak ziarah hanya untuk sekedar berkeliling danau?

    Reply

    1. Mas Krishna, ini tempat wisata umum juga kok. Jadi ada penyewaan perahu2 kecil bagi pengunjung utk keliling Situ…

      Reply

  15. Panjalu itu kalau tidak salah kampung halamannya Orin ya bun

    Reply

    1. Kalau tak salah kampungnya Teh Orin, Majalengka deh Mbak Lidya…

      Reply

  16. aku juga pasti asyik foto-foto, mba..
    menikmati lansekap yang indah

    Reply

    1. Iyes..Ini tempat foto lansekap yang cantik Mbak Hil :)

      Reply

  17. ini bisa jadi wisata religi yang akan saya rekomendasikan buat teman-teman lainnya, apalagi ini adalah raja panjalu pertama yang memeluk agama Islam , terimakasih kawan sudah berbagi informasi :-)

    Reply

    1. Raja Panjalu pemeluk Islam pertama itu bernama Prabu Borosngora atau Prabu Cakradewa, Pak Hari. Kalau Hariang Kancana adalah putra beliau. Iya tempat ini wajib kunjungi bagi para pecinta wisata religi Pak :)

      Reply

    1. Iya Mas Hindri..Kepak sayapnya saja di tengah malam buta bikin bulu kuduk berdiri hehehe..

      Reply

  18. Ingat nama Panjalu …
    Saya ingat kembali masa KKN saya di Ciamis …
    Ada beberapa teman yang ditempatkan di Panjalu juga

    Salam saya Bu Evi

    Reply

    1. Ayo kapan-kapan balik ke Ciamis, Om. Napak tilas KKN-nya sambil sekalian berkunjung ke Situ Lengkong :)

      Reply

  19. tempat yang unik.

    pernah beberapa kali wisata religi tapi ke sinimah belum…

    Reply

  20. Maha Suci Allah cantik sekali situ nya raanya nak mandi atau berperahu di atasnya

    Reply
  21. Anonim

    Sanghyang Borosngora naik tahta sebagai Raja Panjalu menggantikan kakaknya Prabu Lembu Sampulur II lalu membangun kaprabon di Nusa Larang, sebuah pulau di tengah-tengah Situ Lengkong. Prabu Borosngora menurunkan dua orang putera yaitu Rahyang Kuning (Hariang Kuning) dan Rahyang Kancana (Hariang Kancana), di hari tuanya sang prabu lengser kaprabon dan menjadi mubaligh, menyiarkan agama Islam di Jampang (Sukabumi). Sumber Babad Panjalu tidak menerangkan dimana Prabu Borosngora dimakamkan setelah wafatnya.

    Reply

  22. tempat peristirahatan yang sangat baik ya Mbak Evi. Tenang dan damai sekali kelihatan alam sekitarnya. Semoga ketenangannya bertahan lama dan tidak cepat dirusak oleh pembangunan.

    Reply

    1. Tempet tersebut dilindungi oleh tabu-tabu. Saya sih berharap tabu2 tersebut gak pernah diterabas oleh keberanian moderen Mbak Dani..Biarkan Mbah Panjalu bersistirahat dengan tenang dan situ lengkong tetap jadi perhiasan alam panjalu :)

      Reply
  23. Alisha

    Panjalu adalah salah satu kota kecamatan di wilayah utara Kab Ciamis Jawa Barat. Dalam kaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Ciamis, peran Daerah Panjalu sangatlah strategis, mengingat di daerah ini terdapat beberapa penemuan yang menunjukkan asal muasal berdirinya sebuah kerajaan kuno. Di Panjalu terdapat Situ Lengkong (Panjalu) dan makam-makam para pendahulu Kerajan kuno tersebut. Konon, di kawasan Situ Lengkong itulah dahulunya menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Soko Galuh Panjalu. Dengan adanya penermuan-penemuan sejarah itu, maka Panjalu berkembang sebagai kota daerah wisata, baik wisata alam, wisata budaya maupun sebagai wisata ziarah. Pentingnya daerah Panjalu sebagai cikal bakal kerajaan Sunda Kawali, maka Pemerintah Propinsi Jawa Barat, pada tanggal 17 Maret tahun 2004 mengukuhkan panjalu sebagai desa wisata.

    Reply
  24. soegeng lamongan soekodadi madulegi 4

    Alkhamdulillah,,,,,alloh telah temukan, seorang waliyulloh,,melalui wali kita abdurrohman wahid,,,,,,,,,,mudah mudahan kita bisa meneruskan perjuangan beliau,,,,,,amiin

    Reply

    1. Iya Gus Dur itu manusia langka yg susah dicari tandingannya

      Reply
  25. Rohmat mat

    Ziarah th ’13 gk bs ke panjalu. Krn puadat merayap. Yg past a£oh blm merestui. Mg lain x bs ziarah ke panjalu.

    Reply

    1. Semoga lain waktu Allah mengijunkan dan bisa mengulang kunjungan ke Panjalu Mas Rohman :)

      Reply
  26. rofiq

    seminggu kemarin alhamdulillah saya baru saja ziarah ke makam Mbah panjalu. setelah itu saya sempat mampir ke toko2 yang menjual aneka sovenir yang berbentuk tas. ada yang tau gak kalo tas2 tersebut buatan mana??? saya tertarik banget dengan aneka bentuk dan macam2 tas nya.kalo ada yang tau tentang info tersebut mohon kabari saya ya,, ini no. hp saya. 085640604502 terimakasih

    Reply

  27. Tempat makam yang ideal. Mantap juga tuh kalo ziarah malam, hehe…

    Reply
  28. andy

    Sebagai turunan panjalu saya sangat bangga dengan tanah leluhur saya

    Reply
    1. Anonymous

      SubhanALLOH indah nya… Kapaaan y daku bisa ziarah ke panjalu.. Kalau boleh tau mas andy ini keturunan panjalu dr sisi mana? Dan skrg mas andi tinggal dimana?

      Reply

    2. asl.w,w, turunan timana kang Andi, abdi oge keturunan Panjalu ti Pabuaran Desa Panjalu sisi lengkong
      kumaha damang ?

      Reply
  29. sonny

    Bole d tambah ya… D dalam komp. Makam dn sebelah kiri dari tangga naik ada makam dari keturunan raja panjalu…
    Sebagai bahan tambahan dn tempat wisata yg lain d panjalu terdapat Bumi Alit d tempat itu tersimpan rapih pusaka dari jaman prabu sanghyang borosngora yg perupakan pemberian dari sahabat rasullullah syaidina ali.ra berupa pedang dan cis… Posisi bumi alit terdapat d sebelah selatan alun – alun panjalu letak nya dekat pasar panjalu… Pada bulan mulud ini akan ada prosesi nyangku panjalu akan penuh dengan penziarah dari berbagai daerah…

    Mohon Maaf saya lancang menambah comment ini karena saya keturunan panjalu dari kel. Pradjadinata terima kasih

    Reply
  30. dedeagus

    Alhammdulillah bs tahu sejarah2 jawa barat,& bs mengenal para raja tatar pasundan…hatur nuhun.

    Reply
  31. arjuna irenk

    panjalu….jadi inget waktu antarin kawan ke tasik,pulangnya lewat panjalu woww pemandangan panjalu emank eduunn…apalagi mojang panjalu..heehee

    Reply
  32. wiyadie

    Tempatnya amat nyaman, airnya jernih, penduduknya ramah. Saat kelelawar pergi atau kembali ke sarang di tengah talaga merupakan pemandangan yg menakjubkan. Top banget deh panjalu,apalagi saat ada acara NYANGKU….. Luar biasa

    Reply
  33. deteiwe

    Ass…saya berharap semoga para peziarah ke makam para wali, aulia, asyatit dan orang-orang sholeh ( tempat yg diutamakan),memiliki niat hanya untuk mengirimkan do’a tanpa ada niat maskud lain. karena hakekat berziarah sebagai simbol akan mengingatkan kita sebagai umat muslim bakal meninggalkan dunia yang penuh fatamorgana. karena masih ada kebanyakan orang berziarah untuk minta hal2 duniawi, ini yang sangat disayangkan. Oleh karena itu kita sebagai kaum muslim harus memahami syariat islam dengan benar dan jangan sampai kita disesatkan dengan ajakan syaitan untuk menjerumuskan ke lembah dosa. Masyaallah, naudzubilahmindzalik….mohon ma’af jika ada kata-kata yang tidak berkenan dan menyinggung, hanya sebagai sesama muslim kita saling mengingatkan… cc dari eyang Mujayin’ yang msh satu keturunan dengan Beliau..Wass

    Reply

  34. saya belum pernah lihat kelelawar secara langsung, nanti bisa berkunjung dan berwisata juga di makan mbah panjalu ini
    terima kasih atas share-nya mbak

    Reply
  35. irma

    Assalamu’alaikum….salam kenal. Keluarga mama saya kebetulan keturunan ke 15 dr Prabu Sanghyang Cakradewa, eyang Rd. H. Asy’ari. Dulu setiap tahun sy dan klrg sllu berlebaran d panjalu saat msh ad nini (Rd. Siti Maemunah bt Asy’ari). Kalau sekarang ksna hnya saat sblm puasa ramadhan, ziarah makam orgtua sy yg dmakamkan dsna jg sekalian nengok rumah peninggalan dsna.
    Panjalu skrg sudah rame. Sdh byk mini market dan warung atau toko2. Tapi Situ Lengkong msh memiliki daya tarik wisatawan terbukti dr gak berhentiny bis yg sllu berdatangan bhkn dr luar pulau jawa. Fenomena kalong atau kelelawar yg terbang setiap adzan magrib keluar mencari makan dan akan kembali saat subuh tiba menjadi daya tarik view dsna.
    Pagi hari sy suka jalan ke pasar beli serabi. Enak sekali serabi panjalu. Dimakan hangat2.Maknyuuusssss…

    Reply

  36. 2 kali kesini juga masih merasakan yg sama, atmosfirnya bikin merinding sumpah!

    Reply

  37. Yang saya salut dari Gus Dur adalah membantu sarana prasarana wisata seperti ini, karena dasarnya punya sejarah ttg Islam. Beliau ingin penduduk sekitar lebih berdaya…

    Reply
    1. syamsin dwi mardana

      Asskum…
      Terakhir saya ke panjalu pas lebaran 2014 kmrn,sudah 4 tahun tidak pernah ke sana…sedikitnya aga kecewa,melihat mesjid agung panjalu yg dlm tahapan perbaikan…dan lebih kecewa nya lagi,melihat rumah kakek saya yg bersebelahan dengan masjid agung sudah berdiri toko…dahulu ketika kecil suka bermain di mesjid agung tersebut…banyak memori dengan sepupu2 saya disana disaat kumpul keluarga…
      Salam semua dari kel KH.M.Muin

      Reply

  38. Makam ini kian diperhatikan semasa Gus Dur, beliau memang sangat peduli pada situs2 religi yang punya peran dalam pengembangan Islam di nusantara. Tak sekadar membenahi, tetapi juga menghidupkan perekonomian setempat :)

    Reply

    1. Nah itu dia pemimpin bervisi masa depan, Mas Rifqy. Bantu angkat perekonomian masyarakat dengan mengkaryakan potensi yg ada di daerah mereka. Makam jadi tempat wisata rohani, misalnya, salah satu sisi pandang Gus Dur yg jernih :)

      Reply

Ada komentar, kawan?