Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

 Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran Walimatul Hamli Sebentuk SyukuranWalimatul Hamli – Pesta Kegembiraan Menyambut sang Jabang Bayi

Bukan tanpa sebab Tuhan meletakan anak tepat di jantung hati  para orang tua. Tempat dimana kehidupan bermula dan berakhir itu dipenuhi energi cinta. Karena Zigot yang kemudian berkembang jadi makluk tak berdaya membutuhkan banyak pengorbanan tanpa syarat sampai dia lahir lalu meneruskan kehidupan.

Maka kesukacitaan bakal memperoleh anak dirayakan oleh berbagai upacara. Tergantung bangsa, suku, etnis, agama atau kepercayaan yang dianut orang tua. Yang jelas maksud dari tiap upacara itu selain ujud dari rasa syukur juga minta keselamatan kepada Sang Pencipta agar anak yang akan lahir kelak memenuhi  harapan mereka.

Salah satu upacara itu adalah Walimatul Hamli atau tingkepan dalam bahasa Jawa. Kendurian atau syukuran saat kehamilan ibu masuk bukan ke-4 atau ke-7 dengan mengundang kerabat serta handai tolan untuk sama-sama bersyukur.  Upacara berlatar agama Islam yang berakar pada suna Rasul, Nabi Besar Muhammad SAW ini, dari sisi agama tidak wajib sebetulnya. Namun dari sisi budaya ada semacam kelegaan jika keluarga mampu menyelenggarakan, terutama pada kehamilan pertama anak mereka.

Acara Walimatul Hamli

Walimatul Hamli untuk keponakan saya kemarin diselenggarakan bersama kelompok pengajian ibu-ibu. Dibuka dengan pembacaan doa oleh guru mengaji yang dilanjutkan dengan pembacaan surat Yusuf oleh ibu si calon bayi. Seperti teman-teman ketahui, dalam agama Islam, Yusuf adalah seorang Nabi yang sangat rupawan disertai pribadi yang agung. Kemampuannya menafsir mimpi dan kepandaiannya dalam berdiplomasi diharap ikut menurun kepada anak yang sedang di kandung ibu. Itu lah sebab mengapa tiap upacara kehamilan 4 atau 7 bulanan surat Yusuf selalu dikumandangkan.

Usai pembacaan Al Quran, diikuti salawat Nabi, lalu kelompok Rebana Ketimpring memainkan lagu padang pasir yang meriah. Saat musik berkumandang itu si calon ibu berkeliling menyalami tamu. Salain mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka juga menerima ucapan selamat karena sebentar lagi akan jadi ibu. Di belakangnya mengiringi seseorang sambil menyemprotkan parfum kepada baju tiap tamu. Seketika ruangan berubah jadi semerbak. Saya tidak begitu apa paham maksud dari penyemprotan minyak wangi ini. Kalau ada teman yang tahu tolong diberi tahu dalam kotak komentar ya icon smile Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

Acara kemudian ditutup dengan wejangan dari guru ngaji seputar pendidikan anak. Bagaimana nama dan kata-kata yang kita ucapkan kepada anak adalah semacam doa. Maka beri mereka nama-nama yang baik dan panggil mereka dengan yang baik juga.

 Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

Group Rebana Ketimpring

 Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

Menyemprotkan Parfume

 Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

 Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

Makanan dalam Walimatul Hamli

Rujak tentu saja hadir. Berbeda dengan rujak biasa, rujak walimatul hamli buahnya diserut seperti untuk salad. Baru kemudian dituang bumbu berupa cabe dan gula merah. Ada kepercayaan kalau rujaknya kurang pedas, kelak akan lahir anak perempuan. Tapi kalau sebaliknya yang akan lahir laki-laki. Padahal sih menurut saya, itu hanya perkara banyak atau sedikitnya cabe. Atau daya tahan lidah si pembuat icon smile Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

Seperti halnya syukuran dimanapun, ketan kuning tak ketinggalan, bertabur kalapa gongseng, bawang goreng dan gula. Karena keponakan saya berdarah Jawa-Minang sementara suaminya Sunda, jadi deh walimatul hamlinya dalam selera Nusantara. Itu berarti masakan pedas seperti rendang dan masakan manis seperti ayam kecap tersedia icon smile Walimatul Hamli Sebentuk Syukuran

 

Comments

  1. says

    Wkt aku bikin acara syukuran ky gini, ibu2 pengajian nya ga ada yg bawa rebana ky gini, pdhl aku pengen ada rebana nya tp drmh ku ga ada yg pk itu huhuhu. Kynya seru aja gt yah Mba klo ada rebana nya, jd tambah meriah hehehehhehe
    yeye recently posted..Festival Betawi – Hut JakartaMy Profile

  2. LJ says

    sewaktu di bandung aku sering juga menghadiri syukuran 4 atau 7 bulanan.. acaranya seperti yang uni paparkan di atas, cukup meriah.. sedangkan di kampung kita boleh dibilang gak ada acara semacam itu ya uni.. nanti saat bayi sudah lahir saja, acara turun mandi.

    • says

      Iya May orang kampung kita praktis banget ya…Padahal kalau baca literatur dahulu ada lho acara nujuh bulan. Itu yang pakai mengguling-gulingkan telur bebek ke dalam minyak, yang maksudnya agar kelahiran nanti lancar. Tapi seumur hidup aku emang gak pernah menyaksikan langsung..:)

      • vizon says

        Saya pernah dengar kalau di kampung kita ada tradisi “mambubua” (lebih kurang begitu namanya). Yakni tradisi memasakkan bubur labu untuk anggota keluarga yang sedang hamil. Saya tidak tahu persis seperti apa acaranya, sebab kami belum pernah mengalaminya. Maklum, kelamaan tinggal di rantau, hehe…

        Apakah Bundo atau Uni pernah mendengar soal tradisi ini?
        vizon recently posted..peci putihMy Profile

        • says

          Sekarang ingat, memang pernah mendengar soal tradisi mambubua, Nyiak..Tapi hilang timbul juga sih karena tak pernah melihatnya langsung. Kayaknya pernah baca di majalah wanita

    • says

      Betul Mbak Dani, lidah kami jadi menyesuaikan diri pada rasa nano-nano. Semoga kelak ada arakan penganten sunat betawi berjumpa dengan dirimu. Karena biasanya mereka diarak dengan rebana ketimpring ini..

  3. says

    Dari semua proses acara seperti ini, saya hanya bisa menyimpulkan secara sederhana. Dengan kita melakukan shodaqoh maka kita akan diberikan kelancaran dan kemudahan serta keselamatam. Adapun pernak-pernik didalamnya memuat syiar pembelajaran yang diambil dari kebiaasaan masyarakat dan sunah seperti penyemprotan dengan minyak wangi.

    Tapi,,,,,, kenapa jadi kangen dengan rujaknya ya Mba. Ha,,,, ha,,, ha,,,,,

    Salam wisata
    Ejawantah Wisata recently posted..HOTEL HOTEL MURAH DI JAKARTAMy Profile

    • says

      Shadaqoh bukan lah harta yang pergi begitu saja ya Pak Indra. Tapi ibarat menanam padi. Benihnya yang sedikit akan memanen hasil yang lebih besar..

      Ngomong2 nanti siang silahkan dinikmati rujaknya Pak Indra, biar hilang kangennya..

    • says

      Acara ibu-ibu memang selalu meriah, Mas Hindri. Maklum mulutnya banyak hehehe..Amin. Terima kasih atas doanya :)

  4. says

    acaranya lengkap ya bun, kalau saya biasanya hanya pengajian biasa saja. Smeoga lancar ya kehamilannya sampai melahirkan nanti

    • says

      Sepertinya walimatul hamli ini emang banyak mengambil tata laku dari mitoni atau tingkepan dalam bahasa Jawa itu, Mbak El :)

  5. bintangtimur says

    Jadi inget waktu saya selamatan 7 bulan pas hamil Risa dulu, mbak…
    Kalo dipikir-pikir rasanya waktu cepet sekali berlalu.
    Dulu, saya menggunakan adat Jawa, alasannya sederhana, karena kami tinggal di kota Malang yang kental sekali dengan budaya Jawa :D
    bintangtimur recently posted..Rejeki mah moal pahiliMy Profile

    • says

      Ibarat peribahasa dimana bumi dipijak disana langit di junjung ya, Mbak Irma. Tinggal di pulau Jawa, sedikit banyak adat jawa lah yg dipakai :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge