Mengenal Konsep Kemiskinan

Mengenal Konsep Kemiskinan : Absolut dan Relatif

Teman-teman minta ijin menulis agak serius (dikit) : Mengenal Konsep Kemiskinan. Loh untuk apa harus tahu segala, bukan kah di lingkungan masyarakat Indonesia sangat mudah menemukannya? Yah untuk bersenang-senang saja. Agar saya lebih paham diri sendiri. Insya Allah mereka yang paham diri sendiri akan memahami orang lain. Disamping ada yang nyari juga di blog ini icon smile Mengenal Konsep Kemiskinan

IMG215 Mengenal Konsep KemiskinanMengenal Konsep Kemiskinan Absolut

Tiap kali paska kenaikan bahan bakar minyak(BBM) angka kemiskinan dipastikan bergerak naik. Misalnya jika standar kesejahteraan bisa makan tiga kali sehari, kenaikan harga kebutuhan pokok akan menurunkan standar tersebut ke level tertentu. Misalnya menguranginya jadi dua kali. Atau terjadi perubahan pada menu.Kalau biasanya bisa makan berlauk lauk ikan asin plus sayur kangkung, kenaikan BBM  dapat menghapus ikan asin dari daftar menu.

Kebijakan pemerintah seperti mengurangi subsidi dengan menaikan harga BBM akan selalu berdampak pada kehidupan sosial. Kebijakan tersebut akan membuat perubahan mendasar, kalau tidak ke atas akan ke bawah. Bergerak keatas tidak mengapa. Tapi bergerak ke bawah? Akan panjang ceritanya. Karena tidak seorangpun diantara kita menginginkan jadi lebih miskin dari kehidupan sekarang. Sebab miskin memang tidak enak. Apa lagi sifat alamiah manusia yang senantiasa menghindari rasa sakit pasti membenci konsep ini.

Jadi Konsep Kemiskinan absolut itu adalah

Menurut ekonom kemiskinan absolut itu bertumpu pada tingkat/batas kondisi ekonomi tertentu. Biasanya berpatokan pada angka. Misalnya penghasilan minimal 1 juta/ bulan. Jadi mereka yang berpenghasilan di bawah satu juga dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup minimal seperti pangan, sandang dan papan. Mereka disebut hidup di bawah garis kemiskinan.

20130221 153644 Mengenal Konsep KemiskinanKemiskinan Relatif

Tapi yang lebih menarik untuk diamati adalah konsep kemiskinan relatif karena paling banyak penderitanya. Dia tidak mewakili konsep kemiskinan absolut yang didasarkan pada penilaian kondisi ekonomi namun berdasar ukuran relatif terhadap suatu gaya hidup yang dibentuk oleh sebagian masyarakat.

Yang bermain disini bukan angka-angka namun aspek “perasaan”. Coba siapa yang tidak merasa miskin bila hanya mampu naik sedan butut sementara teman-teman seliweren dengan Ford Ranger, Fortuner bahkan Lexus? Atau siapa yang tidak ‘ngenes’ bila setiap akhir liburan panjang, teman-teman dengan ceria membawa berita dari Australia, Amerika dan Eropa atau belahan dunia lainnya sementara kita untuk jalan-jalan ke Joja saja perlu menggerakkan langit dan bumi?

Singkatnya kemiskinan relatif serasa mematikan. Menghinggapi mereka tak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi sesuai standar gaya hidup yang dipraktekkan sekelompok orang. Penderitanya siapa saja dan mana saja, lintas gender dan usia. Dalam masyarakat dengan kesenjangan sosial ekonomi lebar seperti Indonesia kemiskinan relatif tumbuh subur.

Namun “perasaan miskin” adalah satu soal. Bila perbedaan tingkat sosial ekonomi dianggap sebagai manifestasi dari ketidakadilan, itu soal yang lain. Mudah  merasa antipati atau frustrasi melihat gaya hidup sekelompok kecil orang yang disebut kaya. Karena sejatinya kita juga mendambakan berada ditempat mereka namun terhalang oleh ketidak mampuan. Ego jadi terluka.

Bisakah Kemiskinan Relatif Punah?

Pemerintah berkewajiban mempersempit jurang kesenjangan antara si kaya dengan si miskin. Menciptakan lapangan kerja, membuka akses pendidikan terjangkau merupakan dua cara mempersempit jurang tersebut. Pertanyaan sekarang jika betul jurang bisa menyempit, akan kah perasaan miskin relatif  musnah dengan sendirinya?

Saya yakin tidak! Perasaan kurang dari orang lain akan terus bersarang dalam sanubari manusia. Ada yang mengakuinya dan ada pula yang tidak. Namun satu hal yang pasti, saat kita bergerak mencapai kelas sosial tertentu, mereka yang sudah berada disana berusaha mempertahankan status quo sambil juga terus menaikan status mereka sendiri. Jadi kapan berakhirnya, coba?

@eviindrawanto

About Evi Saja

Terimakasih atas kunjungan dan komentar sahabat sekalian :)
Bookmark the permalink.

28 Comments

  1. Kalau patokannya angka.. berarti saya masih dalam kategori miskin nih Uni hihihi.. Tapi, disyukuri aja deh biar saya jadi orang kaya selamanya
    Lozz Akbar recently posted..Indonesia Sudah Lama Merdeka, KawanMy Profile

    • Patokan angka juga diambil dari dimana kita tinggal sih, Mas..Kalau penghasilan satu juga cukup mewah kalau tinggal di desa tapi amat merana kalau dibawa ke Amerika :) Jadi pada akhirnya miskin itu kembali jadi relatif :)

  2. kaya atau miskin bagi saya bukanlah sebuah parameter

    angka dalam harta boleh sedikit, namun amal dalam harta harus ada dan juga harus disyukuri

    masih banyak orang kaya yang tidak bersyukur, sehingga meskipun punya rumah mewah seharga 2M mereka masih menjadi orang miskin
    imamboll recently posted..Informasi Terkini Mengenai Tahu dan TempeMy Profile

  3. bahasan yang sangat menarik, dan komplit tentang konsep kemiskinan, dan memang begitulah yang terjadi di masyarakat bahwa sudut pandang kemiskinan dari dua sudut nilai moral dan nilai fisik yang keduanya tergantung bagainmana kita menyikapinya. Jika kemiskinan dari sudut pandang angka, itu adalah tanggung jawab pemerintah dalam meningkatrkan pemerataan ekonomi. Maka akan lebih gampang terwujud jika pemberdayaan zakat maal terselenggara dengan baik dan tersalur dengan jelas sesuai kaidah yang ada di dalam Al Qur’an.
    Konsep miskin dari sisi relatif, sebenarnya sangat sederhana pemecahannya namnun pelaksanaannya yang sangat sulit. Karena ini menyangkut masalah yang ada dalam pikiran dan konsep hidup seseorang. Islam mengajarkan bahwa yang namanya kaya adalah ghina, bahwa kelapangan dada dalam menghadapi berbagai kondisi dan masalah yang dihadapi yang disandarkan dalam rangka mencari keridho’an Alloh Ta’ala. Selalu merasa cukup atas pencapaian kondisi apapun, yang tidak dibandingkan dengan keberhasilan orang lain secara materi maupun kesuksesan lainnya
    Pakies recently posted..Kecelakaan di jalan rayaMy Profile

    • Terimakasih atas ulasannya yang sangat lengkap Pakies. Memang segala sesuatu harus seimbang ya, dunia akhirat. Tinggal kita saja bagaimana harus bersikap. Menganggap angka yang penting dengan mengabaikan faktor relatifnya ya repot. Begitupun hanya memperhatikan faktor relatif sementara angkanya tidak, wong bayaran anak sekolah belum bisa dibayar dengan kekayaan hati :) Sekali lagi makasih ya Pak

  4. perasaan miskin itu, aku miliki juga.. sering mengasihani diri sendiri.
    padahal itu sungguh memalukan ya un,
    wujud insan yang tak bersyukur. :(

    • Lah ganti email baru ya May? Tadi tertahan di moderasi soalnya..
      Soal yg kurang bersyukur itu kita sama lah..Aku tuh sering banget merasa sengsara soal yang beginian :)

  5. yg serem kl jiwa kita jd miskin, ya, Mbak :)
    keke naima recently posted..Bel SekolahMy Profile

  6. haihhhh itu aku banget….mengalami kemiskinan relatif karena kalo ngliat temen2 lain kok tampaknya selalu “lebih”
    mrscat recently posted..Dr Grace vs MrCatMy Profile

  7. Miskin dan kaya relatif menurut saya. Ada yg menganggap dirinya miskin, dan dia bilang kaya itu kalau sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri bisa jalan-jalan ke LN dll. Padahal kalau kebutuhan dasar kita (sandang & pangan) sdh terpenuhi harusnya sudah diatas garis kemiskinan dong ya :D .
    Nella recently posted..5 Tips Etika Berkomentar di BlogMy Profile

  8. saya sering mendapati kenyataan di kampung saya (entah ditmpat lain) ketika harga BBM naik yg biasanya disertai janji pemerintah memberikan BLT / semacmnya,banyak orang tiba – tiba mendaftarkan diri jadi miskin, padahal bl dilihat ekonominya jg sudah diatas mereka yg miskin sebenarnya , apa ini termasuk kemiskinan relatif saya tidak tahu. hanya aneh saja kalau ada yang ” iri ” utk menjadi “miskin “.
    Mungkin hal seperti inilah yg menyebabkan kemiskinan absolut menunjukan grafik naik pasca kenaikan harga BBM.

    • Nah yang ngaku-ngaku miskin agar dapat bantuan, menurut saya miskin dua kali Pak Zainal..Lah kok gak malu ya rebutan dengan orang yg lebih berhak :)

  9. Perasaan miskin kadang hadir mbak yach…salah satu contohnya..miskin waktu..dan saya merasakan hal itu, ketika melihat orang-orang berwisata dengan keluarganya, ada perasaan senang dan sedih, senang melihat mereka bersama, dan sedih karena kita kurang waktu untuk keluarga ;( dan itu sebagai dampak pekerjaan mbak… pada akhirnya merasa kaya ketika melihat mereka tidur dengan pulas :)
    Budi Arnaya recently posted..Komentar di A Thousand Years oleh ceritabudiMy Profile

    • Karena pada dasarnya kita menginginkan yang terbaik untuk keluarga, Mas. Kerja keras untuk mereka tapi ketika waktu menyita, sedih juga tak bisa selalu bersama. That’s life ya Bli :)

  10. Menurut saya siy, kemiskinan itu sebetulnya, memang relatif.
    Miskin dibanding terhadap apa? Bahkan bisa dipelajari juga (sepertinya).
    Barusan saya ketemu pengemis yang baru belajar … di daerah Pintu TOL keluar di Gedung Panjang. Ada beberapa orang, dan mereka saling dorong untuk maju, siapa yang akan meminta uang ke saya. Mereka masih malu …
    Orang2 Baduy, sepertinya terlihat miskin … padahal mereka sangat kaya … mereka memang tidak butuh barang2 lain, yg memang tidak dibutuhkan di tempat itu.
    Salam

    • Iya Mas Har..Sebelum kita ngomong konsep kemiskinan, mesti punya patokan dulu. Kalau pemerintah punya angka dalam menentukan apakah seseorang bisa digolongkan di bawah garis kemiskinan atau diatasnya. Sementara dalam masyarakat patokan kemiskinan berpijak dalam banyak hal. Dari sisi hati dan budaya…:)

  11. Perasaan barusan habia comment, koq hilang ya … :(

  12. Aku setuju sama Mbak Evi, kemiskinan relatif tidak akan mungkin bisa hilang, karena ini berhubungan langsung dengan sifat manusia. Apalagi kalau gengsi sudah ikut main. Jadi makin susah lagi menghilangkannya :(
    Krishna recently posted..Thin natural water curtains in the wildMy Profile

  13. Kedua kosa kata itu relative mau diambil dari sut yang mana ko Mba. Ada juga orang miskin ekonomi, namun meeka menganggap dirinya kaya, dan juga sebaliknya. Jadi kembali akan sebuah penilaian pribadi manusianya.

    Salam wisata
    Ejawantah Wisata recently posted..SURABI DURIAN CILANGKAP WISATA KULINER JAJANAN TRADISIONAL DI JAKARTA TIMURMy Profile

  14. Lumayan buat nambah referensi makalah saya :D

  15. org indonesia bangga ngaku miskin termasuk yang terima BLT dan antri zakat yang bukan haknya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge