28 Comments


  1. Kalau patokannya angka.. berarti saya masih dalam kategori miskin nih Uni hihihi.. Tapi, disyukuri aja deh biar saya jadi orang kaya selamanya

    Reply

    1. Patokan angka juga diambil dari dimana kita tinggal sih, Mas..Kalau penghasilan satu juga cukup mewah kalau tinggal di desa tapi amat merana kalau dibawa ke Amerika :) Jadi pada akhirnya miskin itu kembali jadi relatif :)

      Reply

  2. kaya atau miskin bagi saya bukanlah sebuah parameter

    angka dalam harta boleh sedikit, namun amal dalam harta harus ada dan juga harus disyukuri

    masih banyak orang kaya yang tidak bersyukur, sehingga meskipun punya rumah mewah seharga 2M mereka masih menjadi orang miskin

    Reply

    1. Iya juga sih Mas Imam, kekayaan batin jauh lebih penting dari harta ya :)

      Reply
  3. Pakies

    bahasan yang sangat menarik, dan komplit tentang konsep kemiskinan, dan memang begitulah yang terjadi di masyarakat bahwa sudut pandang kemiskinan dari dua sudut nilai moral dan nilai fisik yang keduanya tergantung bagainmana kita menyikapinya. Jika kemiskinan dari sudut pandang angka, itu adalah tanggung jawab pemerintah dalam meningkatrkan pemerataan ekonomi. Maka akan lebih gampang terwujud jika pemberdayaan zakat maal terselenggara dengan baik dan tersalur dengan jelas sesuai kaidah yang ada di dalam Al Qur’an.
    Konsep miskin dari sisi relatif, sebenarnya sangat sederhana pemecahannya namnun pelaksanaannya yang sangat sulit. Karena ini menyangkut masalah yang ada dalam pikiran dan konsep hidup seseorang. Islam mengajarkan bahwa yang namanya kaya adalah ghina, bahwa kelapangan dada dalam menghadapi berbagai kondisi dan masalah yang dihadapi yang disandarkan dalam rangka mencari keridho’an Alloh Ta’ala. Selalu merasa cukup atas pencapaian kondisi apapun, yang tidak dibandingkan dengan keberhasilan orang lain secara materi maupun kesuksesan lainnya

    Reply

    1. Terimakasih atas ulasannya yang sangat lengkap Pakies. Memang segala sesuatu harus seimbang ya, dunia akhirat. Tinggal kita saja bagaimana harus bersikap. Menganggap angka yang penting dengan mengabaikan faktor relatifnya ya repot. Begitupun hanya memperhatikan faktor relatif sementara angkanya tidak, wong bayaran anak sekolah belum bisa dibayar dengan kekayaan hati :) Sekali lagi makasih ya Pak

      Reply
  4. LJ

    perasaan miskin itu, aku miliki juga.. sering mengasihani diri sendiri.
    padahal itu sungguh memalukan ya un,
    wujud insan yang tak bersyukur. :(

    Reply

    1. Lah ganti email baru ya May? Tadi tertahan di moderasi soalnya..
      Soal yg kurang bersyukur itu kita sama lah..Aku tuh sering banget merasa sengsara soal yang beginian :)

      Reply

  5. haihhhh itu aku banget….mengalami kemiskinan relatif karena kalo ngliat temen2 lain kok tampaknya selalu “lebih”

    Reply

    1. Kita temanan mrs.cat..Gak tahu tuh kenapa begitu ya..Mestinya gak boleh karena merugikan diri kita sendiri :)

      Reply

  6. Miskin dan kaya relatif menurut saya. Ada yg menganggap dirinya miskin, dan dia bilang kaya itu kalau sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri bisa jalan-jalan ke LN dll. Padahal kalau kebutuhan dasar kita (sandang & pangan) sdh terpenuhi harusnya sudah diatas garis kemiskinan dong ya :D .

    Reply

    1. Untuk mengaku kaya di jaman yg serba matre ini kayaknya susah deh, Mbak Nella..Syaratnya berlapis-lapis :)

      Reply

  7. saya sering mendapati kenyataan di kampung saya (entah ditmpat lain) ketika harga BBM naik yg biasanya disertai janji pemerintah memberikan BLT / semacmnya,banyak orang tiba – tiba mendaftarkan diri jadi miskin, padahal bl dilihat ekonominya jg sudah diatas mereka yg miskin sebenarnya , apa ini termasuk kemiskinan relatif saya tidak tahu. hanya aneh saja kalau ada yang ” iri ” utk menjadi “miskin “.
    Mungkin hal seperti inilah yg menyebabkan kemiskinan absolut menunjukan grafik naik pasca kenaikan harga BBM.

    Reply

    1. Nah yang ngaku-ngaku miskin agar dapat bantuan, menurut saya miskin dua kali Pak Zainal..Lah kok gak malu ya rebutan dengan orang yg lebih berhak :)

      Reply

  8. Perasaan miskin kadang hadir mbak yach…salah satu contohnya..miskin waktu..dan saya merasakan hal itu, ketika melihat orang-orang berwisata dengan keluarganya, ada perasaan senang dan sedih, senang melihat mereka bersama, dan sedih karena kita kurang waktu untuk keluarga ;( dan itu sebagai dampak pekerjaan mbak… pada akhirnya merasa kaya ketika melihat mereka tidur dengan pulas :)

    Reply

    1. Karena pada dasarnya kita menginginkan yang terbaik untuk keluarga, Mas. Kerja keras untuk mereka tapi ketika waktu menyita, sedih juga tak bisa selalu bersama. That’s life ya Bli :)

      Reply

  9. Menurut saya siy, kemiskinan itu sebetulnya, memang relatif.
    Miskin dibanding terhadap apa? Bahkan bisa dipelajari juga (sepertinya).
    Barusan saya ketemu pengemis yang baru belajar … di daerah Pintu TOL keluar di Gedung Panjang. Ada beberapa orang, dan mereka saling dorong untuk maju, siapa yang akan meminta uang ke saya. Mereka masih malu …
    Orang2 Baduy, sepertinya terlihat miskin … padahal mereka sangat kaya … mereka memang tidak butuh barang2 lain, yg memang tidak dibutuhkan di tempat itu.
    Salam

    Reply

    1. Iya Mas Har..Sebelum kita ngomong konsep kemiskinan, mesti punya patokan dulu. Kalau pemerintah punya angka dalam menentukan apakah seseorang bisa digolongkan di bawah garis kemiskinan atau diatasnya. Sementara dalam masyarakat patokan kemiskinan berpijak dalam banyak hal. Dari sisi hati dan budaya…:)

      Reply

    1. Tadi ditangkap Askimet dan dimasukan ke folder spam, Mas :)

      Reply

  10. Aku setuju sama Mbak Evi, kemiskinan relatif tidak akan mungkin bisa hilang, karena ini berhubungan langsung dengan sifat manusia. Apalagi kalau gengsi sudah ikut main. Jadi makin susah lagi menghilangkannya :(

    Reply

    1. Begitu lah kiranya Mas Krish..Mengapa kemiskinan relatif itu banyak banget pengidapnya:)

      Reply

  11. Kedua kosa kata itu relative mau diambil dari sut yang mana ko Mba. Ada juga orang miskin ekonomi, namun meeka menganggap dirinya kaya, dan juga sebaliknya. Jadi kembali akan sebuah penilaian pribadi manusianya.

    Salam wisata

    Reply

    1. Sepertinya begitu, Pak Indra. Tergantung sudut pandang dari sipemberi makna ya..jadi disitu deh letak relatifnya…

      Reply

  12. org indonesia bangga ngaku miskin termasuk yang terima BLT dan antri zakat yang bukan haknya

    Reply

Ada komentar, kawan?