
Key Takeaways
- Jembatan Siti Nurbaya menghubungkan pusat Kota Padang dengan kawasan Seberang Padang, membawa nuansa romantis dari novel Marah Rusli.
- Dari jembatan, pengunjung dapat menikmati sunset di Batang Arau dan wisata kuliner malam dengan jagung bakar dan pisang kapit.
- Pengunjung dapat mendaki Gunung Padang untuk ziarah ke makam Siti Nurbaya dan menikmati pemandangan dari ketinggian.
- Akses ke lokasi mudah, dengan transportasi dari Bandara Minangkabau menggunakan kereta api dan taksi online.
- Jembatan Siti Nurbaya tidak hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga menjadi ikon pariwisata yang menghidupkan sastra.
Membicarakan Sumatera Barat tak akan lengkap tanpa menyebut sebuah nama yang melegenda: Siti Nurbaya. Teman-teman pasti pernah mendengar kisah kasih tak sampai yang ditulis oleh Marah Rusli ini, bukan? Namun, tahukah Teman-teman bahwa kisah fiksi tersebut telah menjelma menjadi realita yang indah di Kota Padang?
Jembatan Siti Nurbaya bukan sekadar penghubung jalan, melainkan gerbang waktu yang membawa kita pada romantisme masa lalu dan pesona wisata Padang yang tak lekang oleh zaman. Bagi Teman-teman yang merindukan suasana Batang Arau atau ingin menapak tilas kisah Syamsul Bahri dan Datuk Meringgih, artikel ini akan menjadi panduan perjalanan kalian.
Jembatan Siti Nurbaya: Ikon Kota yang Menghidupkan Sastra
Dalam novel sastra klasik, Siti Nurbaya mungkin hanya tokoh fiksi. Namun, di sini, nama itu hidup dan menjadi denyut nadi pariwisata. Jembatan Siti Nurbaya membentang sepanjang 156 meter, menghubungkan pusat kota dengan kawasan Seberang Padang.
Bagi saya, berdiri di jembatan ini selalu membangkitkan kenangan. Ada rindu yang aneh saat menatap air Sungai Batang Arau yang kehijauan. Dulu, jembatan ini mungkin hanya infrastruktur biasa yang dibangun tahun 1995. Namun, tanpa penyematan nama “Siti Nurbaya”, titian ini tak akan seikonis sekarang. Nama besar itulah yang membuat pelancong dari berbagai penjuru rela datang, membuktikan bahwa sebuah pena penulis mampu menciptakan sejarah yang nyata.
- Baca juga tentang : Si Jampang Kali Pesanggrahan
Pesona Senja dan Wisata Kuliner Malam

Kapan waktu terbaik berkunjung? Datanglah saat matahari mulai tergelincir ke barat.
Menikmati Sunset di Batang Arau
Pemandangan dari atas jembatan saat senja adalah momen magis. Di kejauhan, Teman-teman bisa melihat kapal-kapal kayu dan speed boat yang parkir terangguk-angguk di muka Pelabuhan Muaro, bersiap mengantar wisatawan diving ke Mentawai. Cahaya keemasan yang memantul di permukaan sungai menciptakan latar foto yang sangat instagenic.
Surga Kuliner: Jagung Bakar dan Pisang Kapit
Saat malam tiba, suasana berubah menjadi romantis. Deretan tiang lampu jalan yang memagari jembatan mulai menyala, bersanding dengan lampu-lampu dari kapal nelayan. Inilah saatnya berburu kuliner Padang khas malam hari.
Di sepanjang trotoar jembatan, pedagang mulai menggelar lapak. Aroma jagung bakar pedas manis dan pisang bakar (pisang kapit) dengan taburan keju atau kelapa parut akan menggoda selera. Harganya sangat terjangkau, berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per porsi. Duduk menikmati kudapan sambil dibuai angin sungai adalah kemewahan sederhana yang wajib Teman-teman coba.
- Baca juga tentang : Menangguk Ikan di Kali, Kegembiraan Kanak-Kanak
Mendaki Gunung Padang: Ziarah ke Makam Siti Nurbaya
Jika Jembatan Siti Nurbaya adalah gerbangnya, maka Gunung Padang adalah jantung legendanya. Masyarakat setempat percaya bahwa bukit di seberang jembatan ini adalah tempat peristirahatan terakhir Siti Nurbaya.
Rute dan Tantangan Menuju Puncak
Dari ujung jembatan, Teman-teman bisa melanjutkan perjalanan mendaki Gunung Padang. Jalurnya sudah tertata rapi dengan anak tangga semen, namun cukup menanjak. Sepanjang pendakian, kalian akan ditemani oleh pepohonan rindang dan kawanan monyet liar yang cukup jahil (jadi hati-hati dengan barang bawaan ya!).
Harga Tiket Masuk Gunung Padang (Update 2026)
Berbeda dengan jembatan yang gratis, untuk masuk ke kawasan wisata Gunung Padang dikenakan biaya retribusi resmi:
- Dewasa: Rp 10.000
- Anak-anak: Rp 5.000
- Jam Buka: 08.00 – 18.00 WIB
Sesampainya di puncak, lelah akan terbayar lunas. Selain melihat Makam Siti Nurbaya yang tersembunyi di balik bebatuan karang, Teman-teman bisa menyaksikan panorama Kota Padang dan Samudra Hindia dari ketinggian.
Baca juga:
Cara Menuju Lokasi dan Akomodasi
Bagi Teman-teman yang baru pertama kali ke sini, akses menuju lokasi sangat mudah.
Transportasi dari Bandara Minangkabau
- Kereta Api (KA) Minangkabau Ekspres: Naik dari bandara menuju Stasiun Padang (Simpang Haru). Tarifnya sangat murah, hanya Rp 10.000. Waktu tempuh sekitar 40 menit.
- Lanjutan Perjalanan: Dari stasiun, kalian bisa memesan taksi online (Gocar/Grab) langsung menuju Jembatan Siti Nurbaya dengan tarif sekitar Rp 25.000 – Rp 35.000.
Tips Tambahan
Kawasan ini juga dekat dengan Kota Tua Padang. Banyak bangunan peninggalan Belanda yang berhimpitan dengan kedai kopi kekinian. Sangat disarankan untuk berjalan kaki dari jembatan menyusuri Jalan Nipah untuk merasakan atmosfer “tempo doeloe” yang kental.
Jadi, apakah Teman-teman siap membuktikan sendiri bagaimana sebuah fiksi berubah menjadi legenda yang hidup?
Baca juga:
Baca juga:



