
Key Takeaways
- Pantai Ule Bima menawarkan ketenangan dan keindahan alam di Nusa Tenggara Barat, dengan air tenang dan pemandangan memukau.
- Lokasi Pantai Ule sangat mudah dijangkau, hanya 15-20 menit dari pusat Kota Bima, tanpa perlu trekking sulit.
- Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk ke Pantai Ule, hanya biaya parkir saja, dan fasilitas seperti gazebo serta kafe sudah tersedia.
- Dari kuliner khas Bima hingga aktivitas keluarga, Pantai Ule menawarkan berbagai pengalaman seru untuk pengunjung.
- Pantai Ule juga kaya akan sejarah, menjadi tempat peristirahatan bagi ulama dan lokasi pengucapan Sumpah Oi Ule.
Sobat JEI, pernahkah terbayang duduk di tepi pantai dengan semilir angin yang membawa aroma laut segar, sementara mata dimanjakan oleh hamparan air biru tenang yang memeluk Teluk Bima? Pengalaman saya saat berkunjung ke Pantai Ule adalah tentang ketenangan yang sulit ditemukan di kota besar. Rasanya seperti menemukan potongan surga yang jatuh di tanah Nusa Tenggara Barat. Jika Sobat JEI sedang merencanakan Wisata Bima, tempat ini wajib masuk dalam daftar teratas.
Siang itu usai mengunjungi Pasar Tradisional Bima saya dan teman-teman menyusuri Kota Bima, main ke Museum Asi Mbojo, lalu berhenti untuk makan siang di tepi Pantai Ule. Sejak dari dalam kendaraan hati  sudah menerima banyak godaan agar cepat berhenti terus foto-foto narsis. Dengan  tebing cadas di sebelah kanan dan laut biru dengan kapal-kapal yang sedang berlayar di sebelah kiri. Jadi susah menolak godaan orok yang menuntut agar segera mengambil  gambar-gambar dengan view yang romantis itu. Tapi kan ya mesti sabar menunggu tiba di tempat perhentian agar tak mengganggu lalu lintar kendaraan di Sepanjang jalan Diponegore.
Apa yang Membuat Pantai Ule Begitu Istimewa?
Pantai Ule bukan sekadar pantai biasa. Terletak di Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, pantai ini merupakan wajah keindahan Kota Bima. Berbeda dengan pantai di selatan yang berombak besar, air di sini sangat tenang karena posisinya yang berada di dalam teluk.
Saya masih ingat betul sensasi kaki menyentuh airnya yang jernih. Pantulan langit biru pada permukaan laut menciptakan gradasi warna yang luar biasa cantik. Bagi masyarakat lokal, Pantai Ule Bima adalah ruang tamu alam untuk melepas penat setelah bekerja. Keistimewaan lainnya adalah pemandangan kapal-kapal yang mengapung tenang di kejauhan, memberikan kesan pelabuhan yang sangat artistik.
Baca juga : Perjalanan Dari Kota Bima ke Desa Sangiang Wera
Lokasi Pantai Ule dan Cara Menuju ke Sana
Menemukan Lokasi Pantai Ule sangatlah mudah. Pantai ini berada di garis pantai utara Kota Bima. Sobat JEI tidak perlu mendaki gunung atau melewati hutan rimba untuk sampai ke sini.
- Rute: Dari pusat Kota Bima, Sobat JEI cukup mengarahkan kendaraan menuju arah utara (arah Pelabuhan Bima). Teruskan perjalanan menyusuri jalan raya pinggir pantai yang mulus.
- Moda Transportasi: Sobat JEI bisa menggunakan motor sewaan, mobil pribadi, atau transportasi lokal seperti ojek. Bahkan, angkutan umum lokal (bemo) juga melewati jalur ini.
Baca juga Melongok Eksotisme Pasar Tradisional Bima
Lama Perjalanan dari Pusat Kota
Lama perjalanan menuju lokasi ini hanya sekitar 15 hingga 20 menit dari jantung Kota Bima. Jaraknya hanya berkisar 7-10 kilometer. Kedekatan akses inilah yang membuat saya sering menyempatkan diri mampir ke sini, meski hanya untuk menikmati senja sejenak sebelum kembali ke penginapan.
Harga Tiket Masuk Pantai Ule dan Fasilitas Terbaru
Satu hal yang menyenangkan dari Wisata Bima NTB adalah keramahannya terhadap kantong wisatawan. Berdasarkan pantauan terbaru, berikut adalah estimasi biayanya:
- Harga Tiket Masuk Pantai Ule: Saat ini, pengunjung biasanya tidak dikenakan tiket masuk resmi alias gratis. Sobat JEI cukup membayar biaya parkir kendaraan sebesar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
- Fasilitas: Pemerintah daerah telah banyak berbenah. Sekarang sudah tersedia area duduk, gazebo kayu (lopo-lopo), serta toilet umum yang lebih bersih. Beberapa kedai kopi modern dan kafe kekinian mulai menjamur di sepanjang pesisir, memberikan pilihan tempat nongkrong yang lebih nyaman bagi Sobat JEI.
Aktivitas Seru di Destinasi Wisata Bima Ini
Jangan hanya duduk diam! Banyak hal yang saya lakukan untuk menikmati hari di Pantai Ule Bima.
Baca juga:
Menikmati Kuliner Pantai Ule yang Menggoda
Liburan tanpa makan tentu terasa hambar. Di sepanjang jalan Pantai Ule, pedagang lokal menjajakan kuliner khas Bima. Sobat JEI wajib mencoba Jagung Bakar pedas manis dan Salome (pentol bakso khas lokal) yang sangat populer. Menikmati makanan hangat sambil memandang laut adalah definisi kebahagiaan sederhana versi saya.
Berenang dan Wisata Keluarga
Karena ombaknya yang nyaris tidak ada, tempat ini sangat aman untuk anak-anak berenang. Saya sering melihat keluarga besar berkumpul di sini pada hari Minggu. Air laut yang dangkal di tepian memungkinkan Sobat JEI bermain air dengan tenang tanpa khawatir terseret arus kuat.
Tips Berwisata ke Pantai Ule untuk Sobat JEI
Berdasarkan pengalaman personal saya, berikut beberapa tips agar perjalanan Sobat JEI lebih maksimal:
- Waktu Terbaik: Datanglah pada sore hari sekitar pukul 16.30 WITA. Sobat JEI akan mendapatkan momen transisi cahaya yang cantik untuk berfoto tanpa rasa panas yang menyengat.
- Kebersihan: Saya sangat memohon, mari kita jaga keasrian Nusa Tenggara Barat. Jangan tinggalkan sampah plastik di area pantai.
- Koneksi: Sinyal seluler di sini sangat kuat, jadi Sobat JEI bisa langsung mengunggah keseruan momen ke media sosial secara real-time.
Menikmati Kuliner Pantai Ule Setelah Lelah Berfoto
Setelah puas mengabadikan gambar di spot-spot ikonik, saatnya memanjakan perut. Kuliner Pantai Ule menawarkan sensasi makan di tepi laut yang tak terlupakan.
Selain Jagung Bakar, pastikan Sobat JEI mencoba Bandeng Tanpa Duri yang menjadi primadona baru di warung-warung sekitar pantai. Rasanya gurih dan sangat pas dinikmati dengan nasi hangat sambil memandang matahari terbenam.
Pantai Ule adalah bukti bahwa keindahan tidak harus mahal dan sulit dijangkau. Dengan airnya yang membiru dan suasana yang hangat, tempat ini selalu berhasil memanggil saya untuk kembali. Jadi, kapan Sobat JEI akan berkunjung ke Pantai Ule Bima?
Makam Keramat di Sekitar Pantai Ule Bima
Di sekitar Pantai Ule (OI Ule) banyak terdapat makam. Bisa dimaklumi karena kawasan ini dulunya adalah kampung yang ramai. Dan tepi laut yang cantik ini dijadikan tempat peristirahatan terakhir oleh masyarakat. Banyak tokoh ulama yang pernah menyebarkan agama Islam di Bima beristirahat di sini. Dan salah satunya dikeramatkan.
Pantai Ule Nusa Tenggara Barat masuk ke dalam catatan sejarah sejak abad – 17 ketika ulama dari Pagaruyung – Sumatera Barat menetap dan menyebarkan agama Islam di Bima.
Baca juga : Komplek Pemakaman Kesultanan Bima Dana Traha
Begitu pun terdapat satu peristiwa monumental di Pantai Ule Nusa Tenggara Barat yakni pengucapan Sumpah Oi Ule ( sumpah di Pantai Ule). Dilakukan oleh Sultan Abdul Kahir I (1640-1648 Masehi) dihadapan dua orang gurunya. Di hadapan Datuk Bandang dan Datuk Di Tiro Sultan Sultan berjanji akan tetap berpegang teguh terhadap ajaran Islam. Akan dimurkai lah mereka yang membangkang.
Sumpah di Pantai Ule atau Oi Ule tercatat dalam Bo Sangaji Kai (kitab kuno Kerajaan Bima).
Itu lah mengapa perayaan upacara Adat Hanta UA Pua yang berkaitan dengan peristiwa ini dulu selalu diadakan di Pantai Ule sebelum berpindah ke kampung Melayu seperti sekarang.
Salam, Evi
