Berbagi itu indah, layaknya secangkir kopi hangat di pagi yang gerimis. Halo, Sobat JEI! Pernahkah kalian merasa jantung berdebar kencang layaknya sedang menunggu gebetan membalas pesan? Nah, perasaan berdebar itulah yang saya alami akhir Juli lalu. Walaupun raga ini santai bersandar di rumah, pikiran saya terbang jauh menembus awan ke Rangkas Bitung.
Mengapa demikian? Karena, saat itu sedang berlangsung bakti sosial FK Untar, tepatnya acara Bakti Kesehatan Grand iCU 2nd yang diikuti oleh anak saya.

Suksesnya Bakti Sosial FK Untar di Tanah Lebak
Panitia sukses menggelar acara hebat ini pada 25-27 Juli lalu. Tentu saja, mereka menyasar tiga desa utama di Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak. Desa-desa tersebut meliputi Jatimulya, MC Timur, dan Rangkas Timur. Bayangkan saja, selama tiga hari penuh, tim medis berhasil melayani 1.505 pasien! Akibatnya, antrean panjang ini sungguh membuat panitia melongo takjub.
Lebih jauh lagi, fakta ini sekaligus menampar kita dengan realita lapangan. Akses kesehatan di daerah pelosok memang masih menjadi barang mewah. Berdasarkan literatur kesehatan publik, rasio sebaran tenaga medis dan masyarakat di beberapa pelosok Banten belumlah merata secara ideal.
Oleh karena itu, pengobatan gratis semacam ini bagaikan oase segar di tengah gurun pasir bagi warga desa.
Drama Perizinan Acara Kesehatan di Masa Pemilu












Jujur saja, saya sama sekali tidak turun gunung ke lokasi. Namun, saya terus memantau pergerakan dari rumah layaknya intelijen negara. Maklum, Ketua Umum iCU kali ini adalah anak sendiri, si Adit. Sayangnya, dua hari menjelang hari H, tensi darah rasanya ikut naik drastis. Pasalnya, izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak tak kunjung turun!
Ternyata, pihak dinas merasa sedikit waswas dengan keramaian tersebut. Mereka khawatir pengumpulan massa ini akan beralih fungsi menjadi panggung kampanye politik terselubung. Menjelang masa pemilu, pemerintah daerah memang memperketat aturan main demi mencegah politisasi program kesehatan masyarakat.
Syukurlah, panitia segera melakukan rapat intensif tingkat tinggi. Setelah mereka memberikan penjelasan sejernih embun pagi, akhirnya dinas merilis surat izin tersebut. Alhamdulillah, saya yang duduk manis di rumah ikut bersorak kegirangan.
Kisah Haru di Balik Bakti Sosial FK Untar
Pada akhirnya, kita kembali menyadari betapa kuatnya ikatan kemanusiaan kita. Perasaan haru ini terpancar jelas melalui cerita Adit sepulang dari lokasi. Selanjutnya, ia mengaku sangat tersentuh melihat sambutan hangat masyarakat Rangkas Bitung. Hebatnya, warga yang merasa sehat pun tetap antusias datang berkunjung ke posko.
Mereka sekadar ingin mengecek kondisi tubuh dan meminta suplemen vitamin. Sementara itu, dokter muda langsung memberi resep obat untuk keluhan ringan. Untuk kasus yang lebih parah, tim medis segera merujuk pasien ke rumah sakit terdekat.
Secara psikologis, sentuhan medis dan empati tulus dari relawan ini langsung memberi efek plasebo harapan yang mampu mempercepat pemulihan mental warga.
Rasa Hormat Warga yang Bikin Hati Meleleh
Antusiasme warga tidak hanya terlihat dari panjangnya antrean berobat. Lebih dari itu, rasa hormat mereka sukses membuat hati panitia meleleh seperti es krim di siang bolong. Kemudian, Adit bercerita dengan mata berbinar-binar. “Ma, ada lho yang datang ke posko berpakaian sangat rapi, persis seperti mau pergi ke pesta,” ungkapnya penuh takjub.
Mendengar cerita itu, perasaan saya langsung campur aduk tak karuan. Di tatanan masyarakat pedesaan Indonesia, profesi dokter masih menempati kasta kehormatan sosial yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, warga rela berdandan serapi mungkin sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para tamu penyembuh.
Sungguh, melihat ketulusan polos ini membuat semangat kemanusiaan kita makin menyala terang.
Penutup, Semangat Bukti Nyata Berbagi Itu Indah
Sebelum mengakhiri cerita manis ini, saya ingin mengirimkan pelukan hangat terbang ke Bukittinggi. Terima kasih banyak untuk Tante Adel yang sudah ikut menyumbang dana kebaikan. Pastinya, partisipasi Tante Adel sangat berperan penting dalam kesuksesan Bakti Kesehatan Grand iCU 2nd ini.
Semoga Allah membalas kebaikan hati Tante dengan rezeki yang mengalir deras tanpa henti. Akhir kata, semoga kisah bakti sosial FK Untar ini bisa terus menginspirasi jiwa kita semua. Mari kita terus menebar manfaat sekecil apa pun di lingkungan terdekat. Karena pada hakikatnya, berbagi itu indah dan akan selalu menemukan jalan kembali dalam bentuk kebahagiaan yang tak terduga.
Kegiatan panitianya :







Bagaimana pendapat teman-teman. Setuju kan kalau berbagi memang indah? 🙂
@eviindrawanto
